ShoutMix chat widget

Kamis, 15 Maret 2012

Seni tradisi dan apresiasi musik daerah Nusantara



Di era sekarang ini banyak kalangan mempertanyakan kembali tentang kehidupan seni tradisi nusantara. Apakah masih potensial seni tradisi hidup di dalam kepungan budaya popular dan modern seperti sekarang ini, serta mampukah mengikuti dinamika kebudayaan sekarang yang semakin serba cepat. Belum banyak juga yang menggagas seni tradisi sebagai sarana untuk penanaman nilai-nilai kenusantaraan terhadap siswa-siswi di sekolah sejak dini. Bagaimana menerapkan pilihan-pilihan materi pendidikan seni yang harus di komposisikan dalam desain kurikulum sekolah formal untuk dijadikan sebuah mata pelajaran yang proporsional. Tampaknya itu semua masih dalam perdebatan yang cukup hangat di kalangan pendidikan.
Pada umumnya orang beranggapan bahwa seni tradisi adalah kuno, ketinggalan jaman, kurang trend, tidak gaul dan sebagainya, sehingga berdampak serius terhadap kehidupan seni tradisi itu sendiri, yang menyebabkan semakin terpinggirkan dalam kehidupan sekarang. Lihat saja kehidupan remaja-remaja sekarang, mereka lebih percaya diri dengan gaya kehidupan yang berbau barat, dari segi cara berpakaian, cara meluangkan seni dalam bermusik juga lebih suka dengan aliran Rock and Roll, music underground, maupun music barat yang lainnya. Melihat hal tersebut sebenarnya bukan masalah kita untuk mengadopsi berbagai gaya kehidupan barat yang dirasa lebih trend dari budaya kita sendiri. Tapi jangan begitu saja melupakan seni tradisi milik kita yang juga tidak kalah menarik dengan budaya barat. Yang perlu ketahui kehidupan mereka di sana juga timbul dari tradisi mereka yang telah di turunkan secara turun temurun dan di wariskan kegenerasi berikutnya. Apakah kita juga tidak ingin kehidupan seni di nusantara ini bisa berkembang seperti halnya mereka mempertahankan music tradisi mereka.
Untuk memposisikan dalam situasi ini perlunya kearifan untuk memandang, memperhatikan, dan juga memperlakukan seni tradisi nusantara dalam konteks ke Indonesiaan semakin diperlukan. Bagaimana cara mengangkat kehidupan seni tradisi dalam ranah yang lebih tinggi, agar mampu bersaing dengan kebudayaan luar yang semakin lama berkembang luas dilingkungan bangsa ini.
Dari sisi kebudayaan sebenarnya keberadaannya diakui atau tidak, telah berhasil dalam membawa peradaban Indonesia ke dalam pergaulan yang lebih luas, dan juga memiliki potensi untuk menaikkan kapasitas pencitraan Indonesia di mata dunia. Seperti yang sudah terjadi saat ini banyak orang dari negara-negara lain yang berbondong-bondong datang ke Indonesia hanya untuk mempelajari berbagai macam jenis music tradisi yang ada di nusantara ini, contoh banyak orang belajar musik tradisi Bali, Jawa, Yogyakarta, Kalimantan, Padang, maupun music tradisi lainnya. Dan juga seperti mempelajari tari-tarian tradisi nusantara ini yang begitu banyak ragamnya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan kedatangan mahasiswa asing yang belajar di berbagai universitas di Indonesia yang memiliki jurusan seni, selain itu juga terjadi peningkatan kedatangan wisatawan mancanegara ke daerah yang memiliki kebudayaan-kebudayaan daerah.

Pengertian Musik Nusantara
Musik Nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di Nusantara ini, yang menunjukkan atau menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop.

B.            Sejarah Musik Nusantara


Terdapat tahapan- tahapan perkembangan musik Indonesia (nusantara). tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha

Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi- bunyian yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.

Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha

 Pada masa ini, berkembanglah musik- musik istana (khususnya di Jawa). saat itu, musik tidak hanya dipakai sebagai bagian ritual saja, tetapi juga dalam kegiatan- kegiatan keistanaan (sebagai sarana hiburan para tamu raja). Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan  terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.

Masa setelah masuknya pengaruh Islam

Selain berdagang dan menyebarkan agama islam, para pedagang arab juga memperkenalkan musik mereka. Alat musik mereka berupa gambus & rebana. dari proses itulah muncul orkes- orkes gambus di nusantara (Indonesia) hingga saat ini.

Masa Kolonialisme

Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka, misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Itulah masa- masa perkembangan musik modern Indonesia. Saat itu,para musisi Indonesia menciptakan sajian musik yang merupakan perpaduan musik barat  dan musik Indonesia . Sajian musik itu dikenal sebagai musik keroncong.

Masa Kini

Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masukpula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, dan R&B. demikian pula dengan musik- musik negeri India yang banyak dibawa melalui film- filmnya. Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia. Musik India mengalami perpaduan dengan musik melayu sehingga menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncul pula berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.

C.            Fungsi Musik Nusantara


Secara umum, fungsi musik bagi masyarakat Indonesia antara lain sebagai sarana atau media upacara ritual, media hiburan, media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi.

Sarana upacara budaya (ritual)
Musik di Indonesia, biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan adat masyarakat.

Sarana Hiburan
Dalam hal ini, musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Umumnya masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menonton pagelaran musik. Jika ada perunjukan musik di daerah mereka, mereka akan berbondong- bondongmendatangi tempat pertunjukan untuk menonton.

Sarana Ekspresi Diri

Bagi para seniman (baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.

Sarana Komunikasi

Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota kelompok masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki  pola ritme tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.

Pengiring Tarian

Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya bisa diiringi olehmusik daerahnya sendiri. Selain musik daerah, musik- musik pop dan dangdut juga dipakai untuk mengiringi tarian- tarian modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya.
 

Sarana Ekonomi

Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media ekspresi  dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber  penghasilan. Mereka merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualannya ini mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain dalam media kaset dan CD. Para musisi juga melakukan pertunjukan yang dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu tempat, tetapi juga bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia.

D.            Ragam Musik Nusantara


Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.

Musik Daerah/Tradisional

Musik daerah atau musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah- daerah di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni syair  dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya  tersebut lahir, tumbuh dan berkembang.  Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.

Hampir diseluruh wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesia mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali karakter khas orang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan.  Namun berhubung dengan perjalanan waktu dan semakin ditinggalkanya spirit dari seni tradisi  tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan menjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadi beberapa kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek.

I. Instrumen Musik Perkusi.
Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah, Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya.

Gamelan adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam. Gamelan berasal dari daerah Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat yang biasa disebut dengan Degung dan di Bali (Gamelan Bali).  Satu perangkat gamelan terdiri dari  instrumen saron, demung, gong, kenong, slenthem, bonang dan beberapa instrumen lainnya. Gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic.

Talempong adalah seni musik tradisi dari Minangkabau/Sumatera Barat. Talempong adalah alat musik bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, ti, do)

Kolintang atau kulintang berasal dari daerah Minahasa/ Sulawesi Utara. Kolintang mempunyai tangga nada diatonis/diatonic yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis dan ritmis. Bahan dasar untuk membuat kulintang adalah   kayu. Cara untuk memainkan alat musik ini di pukul dengan menggunakan stik.

Arumba  (alunan rumpun bambu) berasal dari daerah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang terbuat dari bhan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pada awalnya arumba menggunakan tangga nada pentatonis namun dalam perkembangannya menggunakan tangga nada diatonis.

Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan. Kendang atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di Jawa barat kendang mempunyai peraanan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, Jawa timur kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik untuk mengiringi, tari, wayang, ketoprak.  Tifa adalah alat musik sejenis kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias. Rebana adalah jenis gendang yang ukuran bervariasai dari yang kecil hingga besar. Rebana adalah alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam. Rebana dapat di jumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia.

II. Instrumen Musik Petik 
Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya. Alat musik yang menyerupai Kecapi adalah siter dari daerah Jawa tengah.

Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa tenggara timur (Timor) kecapi ini terbuat dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.

Sampek (sampe/sapek) adalah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah kalimantan. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang di penuhi dengan ornamen/ukiran yang indah. Alat musik petik lainnya yang bentuknya menyerupai sampek adalah Hapetan daerah Tapanuli, Jungga dari daerah Sulawesi Selatan.

III. Instrumen Musik Gesek.
Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab berasal dari daerah Jawa barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebabb terbuat dari bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang resonatornya terbuat dari tempurung kelapa,  rebab jenis ini dapat dijumpai di bali, Jawa dan kalimantan selatan.

IV. Instrumen Musik Tiup
Suling adalah instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu. hampir semua daerah di indonesia dapat dijumpai alat musik ini.  Saluang adalah alat musik tiup dari  Sumatera Barat,  serunai dapat dijumpai di sumatera utara, Kalimantan. Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang mempunyai panjang antara 40-100cm dengan garis tengah 2cm.

Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4-6 lubang nada dan bagian untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisi yang menggunakan alat musik seperti ini adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Papua.

Musik Keroncong

Secara umum, musik keroncong memiliki harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu- lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.

Musik Dangdut

Musik dangdut merupakan hasil perpaduan antara musik India dengan musik Melayu, musik ini kemudian berkembang dan menampilkan cirinya yang khas dan berbeda dengan musik akarnya. Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut). Selain itu, iramanya ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya. Lagunya pun mudah dicerna, sehingga tidak susah untuk diterima masyarakat.

Musik Perjuangan
Musik ini lahir dari kondisi masyarakat Indonesia yang sedang terjajah oleh bangsa asing. Dengan menggunakan musik, para pejuang berusaha mengobarkan semangat persatuan untuk bangkit melawan penjajah. Syair- syair yang diciptakan pada masa itu, umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untui berkorban demi tanah air, dan sebagainya. Irama musiknya pun dibuat cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.

Musik Populer (pop)
Musik ini memiliki ciri, antara lain penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Komposisi melodinyajuga mudah dicerna. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penontonnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.

Kesimpulan

Musik nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di nusantara, yang menunjukkan cirri keindonesiaan. Musik memiliki fungsi sebagai sarana atau media ritual, media hiburan media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi. Ragam musik nusantara yang berkembang dapat dibedakan menjadi musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Posted by studiokarawitan in Uncategorized.
add a comment
Berbeda dengan musik barat yang segala sesuatunya hampir dapat dipastikan atau diseragamkan, maka dalam musik daerah terjadi kebalikannya. Sesuai dengan namanya, maka unsur perbedaan antara daerah yang satu dengan lainnya menjadi sesuatu yang harus diterima dan dipahami secara bersama-sama.
Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua merupakan suatu pemikiran positif dalam rangka tetap menerima fakta, menghargai dan mengakui eksistensi masing-masing. Bagaimanapun juga mereka telah lahir, hidup, dan berkembang sesuai dengan habitat dimana mereka berasal. Bahkan di daerahnya mereka telah tumbuh subur melalui pelestarian, dan pengembangan dari seperangkat kebakuan yang kadang-kadang sangat rumit, serta memiliki prinsip-prinsip estetika yang harus dilaksanakan. Prinsip-prinsip estetika yang dimiliki terdiri dari seperangkat faktor, dan berpotensi memberikan ciri khas pada dirinya. Pada suatu ketika prinsip-prinsip estetika dapat berujud sesuatu yang kaku, yang harus dipenuhi dan dilaksanakan. Namun pada kesempatan lain prinsip-prinsip estetika dapat di-”fleksibel”-kan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga munculah apa yang disebut dengan “improvisasi”. Pada umumnya dalam musik daerah, atau seni pertunjukan tradisi lainnya, improvisasi merupakan bagian yang telah menyatu dalam kehidupannya. Dari improvisasi kemudian dikembangkan menjadi bentuk-bentuk yang lebih nyata, meskipun kadarnya akan berbeda karena pengaruh waktu, kebutuhan, dan lain sebagainya.
Berbicara musik daerah di Indonesia maka ingatan kita akan tertuju pada kompleksitas yang ada di dalamnya. Berbagai macam bentuk musik daerah yang ada masing-masing mempunyai atribut tersendiri yang dapat membedakan satu dengan lainnya. Keanekaragaman yang terjadi merupakan suatu kekayaan yang tidak ternilai harganya, dan patut untuk selalu ditengok, disapa, dipelihara, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan jaman. Dalam melakukan pengembangan tidak menutup kemungkinan terjadinya saling adopsi di antara mereka. Adopsi yang terjadi bukan sebagai bentuk intervensi yang dapat menenggelamkan atau mengkultuskan salah satu diantara mereka, melainkan sebagai  pertukaran yang saling menguntungkan demi kelangsungan hidup. Sehingga tidak mengurangi kedalaman isi, nilai historis, maupun kandungan filosofis yang ada.
Dewasa ini, khususnya dalam konteks multikulturalisme, permasalahan pertukaran sudah dianggap sebagai sesuatu yang lazim terjadi. Munculnya istilah kolaborasi merupakan indikasi bahwa sudah terjadi perkawinan antara bentuk-bentuk seni pertunjukan tradisi dengan melakukan lintas gaya. Lintas yang terjadi tidak hanya dalam skala nasional, melainkan lebih jauh lagi yaitu pada skala internasional. Kondisi yang demikian menjadikan dalam jagad seni pertunjukan sudah lebih fleksibel, dan berkurang sekat-sekat yang melilitnya. Dalam lingkup seni musik daerah, perubahan dan perkembangan yang terjadi sekarang ini di satu sisi dapat menambah, memperkaya warna-warna peformance yang dihasilkan, namun di sisi yang lain dapat pula mengaburkan ciri masing-masing etnis yang ada karena menjadi lebih general. Sehingga dibutuhkan kemampuan dalam melakukan, dan memaknai perubahan yang terjadi, karena dalam seni musik daerah segala sesuatunya hampir mustahil untuk diseragamkan,  dan memiliki kepastian.
-7.713659 110.407263
Posted by studiokarawitan in Uncategorized.
Tags:
kreativitas
3 comments
A.    PENDAHULUAN
Menata/membuat  melodi dan lagu adalah syarat utama dalam penciptaan karya kreativitas seni musik meskipun pada taraf yang paling sederhana, sebab pembuatan  melodi dan lagu merupakan langkah awal atau dasar dari tahap-tahap pembuatan kreativitas seni musik.
Bagi para komposer pemula, aplikasi pembuatan melodi dan lagu dalam penciptaan kreativitas seni musik  sering dirasakan sulit meskipun kadang-kadang dalam angan-angannya sudah tercipta maksud dan nuansa yang akan diterjemahkan. Kesulitan itu biasanya terletak pada  bagaimana cara menuangkan maksud maupun nuansa ke dalam melodi dan lagu.
Melodi dan lagu dalam proses pembuatan karya merupakan proses yang berkesinambungan, yang diawali pembuatan melodi kemudian dilanjutkan dengan teknik perangkaian melodi menjadi lagu.
Untuk menyikapi hal tersebut, bahan ajar ini secara khusus akan membahas cara-cara dasar membuat melodi  yang dituntun secara bertahap dengan bentuk pemahaman cara pembuatan, latihan-latihan, dan penerapan melodi  secara tertulis maupun praktek.  Materi yang dibahas adalah tehnik merumuskan melodi, membuat melodi, dan menerapkan nada dalam melodi. Sedangkan pengertian lagu dan kedudukannya dalam kreativitas seni musik tetap akan dibahas tetapi hanya sebatas selayang pandang agar pengertian antara lagu dan melodi tidak tumpang tindih. Untuk pengertian lagu secara mendalam akan dibahas pada bahan ajar  yang lain.
Bahan ajar ini juga sebagai dasar pemelajaran yang lain dalam lingkup penciptaan kreativitas seni musik yang berjalan secara berkesinambungan antara kertas yang satu  ke kertas berikutnya.
  1. B. PENGERTIAN MELODI DAN LAGU
Sebelum mempelajari pengertian melodi,  perlu adanya pemahaman terlebih dahulu bahwa modul ini diperuntukkan  guru seni budaya  di seluruh Indonesia. Padahal telah kita ketahui, bahwa jenis Seni musik yang tumbuh berkembang di Indonesia sangat beragam dengan mempunyai kekhasan bentuk, jenis, dan penyajian yang berbeda-beda antara satu tempat dengan yang lain.  Untuk penciptaan kreativitas seni musik yang berbekal pada bentuk kesenian etnik tidak terjadi kendala, karena cara kerja menciptakan kreativitas adalah sama  meskipun dengan materi yang berbeda-beda. Perbedaan hanya terletak pada teknik pendekatan pembelajaran yang disampaikan, yaitu teknik pembelajaran yang tidak hanya terkonsentrasi pada salah satu etnik saja, melainkan pendekatan secara menyeluruh sehingga diharapkan semua peserta mampu menyerap dengan detail dan akhirnya dapat mengembangkan seni musik etnik masing-masing.
Secara garis besar tangga nada yang merupakan materi dasar yang digunakan oleh seni musik tradisi diseluruh Indonesia dapat dibedakan menjadi dua yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis.
Pengertian Melodi dan lagu
Dimuka telah disinggung, bahwa agar tidak terjadi pengertian yang tumpang tindih antara melodi dan lagu, maka pengertian dasar tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
1   Pengertian melodi adalah susunan nada yang diatur tinggi rendahnya, pola, dan                   harga nada sehingga menjadi kalimat lagu.
2      Pengertian lagu adalah susunan kalimat lagu  yang membentuk suasana atau nuansa  tertentu.
Hal ini dapat dipahami bahwa kedudukan nada adalah sub bagian dari melodi, sedangkan melodi adalah bagian dari lagu. Sebagai ilustrasi untuk memperjelas maksud tersebut,  coba kita analogkan kedalam struktur bahasa. Nada dapat dianalogkan sebagai kata, melodi kita analogkan sebagai kalimat, sedangkan lagu dapat dianalogkan sebagai alinea. Untuk semakin memperjelas kita simak contoh berikut :
  1. Kalimat  I     :  Pada hari senin bapak membuat meja.
  2. Kalimat  II    :  Pada hari selasa bapak membuat kursi.
  3. Kalimat  III  :  Pada hari rabu bapak membuat lemari.
  4. Kalimat  IV  :  Pada hari kamis bapak membuat jendela.
  5. Kalimat  V   :  Pada hari jumat bapak membuat pintu.
  6. Kalimat  VI  :  Pada hari sabtu bapak membuat rak buku.
  7. Kalimat  VII :  Pada hari minggu bapak membuat rak piring.
Kalimat I sampai dengan VII apabila dirangkai atau disusun akan menjadi alinea yang sudah mempunyai pokok pikiran ‘ jadwal kegiatan kerja bapak selama satu minggu’. Alinea terbut adalah :
Pada hari senin bapak membuat meja, selasa membuat kursi, rabu membuat lemari, kamis membuat jendela, jumat membuat pintu, sabtu membuat rak buku, dan minggu membuat rak piring.
Cara penyususan alinea mulai dari pemilihan kata, penyusunan kata menjadi kalimat, dan penyusunan kalimat menjadi sebuah alinea, setidaknya dapat memberi gambaran tentang teknik pembuatan melodi dan lagu meskipun hal tersebut tidak dapat terlepas dari unsur intuisi masing-masing pencipta. Selanjutnya contoh cara kerja dalam struktur bahasa tersebut kita coba terapkan kedalam pembentukan melodi dan lagu di bawah ini :



Daftar Nama Lagu Daerah Musik Tradisional Khas Budaya Nasional - Kebudayaan Nusantara Indonesia
Lagu Ampar-Ampar Pisang berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan
Lagu Anak Kambing Saya berasal dari daerah / provinsi NTT
Lagu Angin Mamiri berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan
Lagu Anju Ahu berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Apuse berasal dari daerah / provinsi Papua
Lagu Ayam Den Lapeh berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Barek Solok berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Batanghari berasal dari daerah / provinsi Jambi
Lagu Bolelebo berasal dari daerah / provinsi Nusa Tenggara Barat
Lagu Bubuy Bulan berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Bungong Jeumpa berasal dari daerah / provinsi NAD
Lagu Burung Tantina berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Butet berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Cik-Cik Periuk berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Barat
Lagu Cing Cangkeling berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Dago Inang Sarge berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Dayung Palinggam berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Dek Sangke berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan
Lagu Desaku berasal dari daerah / provinsi NTT
Lagu Esa Mokan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Lagu Gambang Suling berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Lagu Gek Kepriye berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Lagu Goro-Gorone berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Gundul Pacul berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Lagu Haleleu Ala De Teang berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Fluhatee berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu llir-llir berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Lagu Indung-Indung berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Timur
Lagu Injit-Injit Semut berasal dari daerah / provinsi Jambi
Lagu Jali-Jali berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Lagu Jamuran berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Lagu Kabile-bile berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan
Lagu Kalayar berasal dari daerah / provinsi Kalimatan Tengah
Lagu Kambanglah Bungo berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Kampung nan Jauh Di Mato berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Ka Parak Tingga berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Keraban Sape berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur
Lagu Keroncong Kemayoran berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Lagu Kicir-Kicir berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Lagu Kole-Kole berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Lalan Belek berasal dari daerah / provinsi Bengkulu
Lagu Lembah Alas berasal dari daerah / provinsi NAD
Lagu Lipang Lipangdang berasal dari daerah / provinsi Lampung
Lagu Lisoi berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Macep-cepetan berasal dari daerah / provinsi Bali
Lagu Madedek Magambiri berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Malam Baiko berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Mande-Mande berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Manuk Dadali berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Ma Rencong berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan
Lagu Mejangeran berasal dari daerah / provinsi Baii
Lagu Meriam Tomong berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Meyong-Meyong berasal dari daerah / provinsi Bali
Lagu Moree berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Na Sonang Dohita Nadua berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Ngusak Asik berasal dari daerah / provinsi Bali
Lagu Nuluya berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah
Lagu 0 Ina Ni Keke berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Lagu Ole Sioh berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu 0 Re Re berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Orlen-Orlen berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu 0 Ulate berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Pai Mura Rame berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Pakarena berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan
Lagu Palu Lempong Pupoi berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah
Lagu Panon Hideung berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Paris Barantai berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan
Lagu Peia Tawa-Tawa berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tenggara
Lagu Pileuleuyan berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Pinang Muda berasal dari daerah / provinsi Jambi
Lagu Pitik Tukung berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Lagu Potong Bebek berasal dari daerah / provinsi NTT
Lagu Putri Ayu berasal dari daerah / provinsi Bali
Lagu Rambadia berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Rang Talu berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Rasa Sayang-Sayange berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Ratu Anom berasal dari daerah / provinsi Bali
Lagu Saputanga Bapuncu Ampat berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan
Lagu Sarinande berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Selendang Mayang berasal dari daerah / provinsi Jambi
Lagu Sengko-Sengko berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Sepakat Segenap berasal dari daerah / provinsi DI Aceh
Lagu Sinanggar Tulo berasal dari daerah / provinsi Sumatera Utara
Lagu Sing Sing So berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Sinom berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Lagu Sipatokahan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Lagu Sitara Tillo berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Lagu Soleram berasal dari daerah / provinsi Riau
Lagu Surilang berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Lagu Suwe Ora Jamu berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Lagu Tahanusangkara berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Lagu Tanduk Majeng berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur
Lagu Tanase berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Tari Tanggai berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan
Lagu Tebe O Nana berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Tekate Dipanah berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Lagu Tokecang berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Tondok Kadindangku berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tengah
Lagu Tope Gugu berasal dari daerah / provinsi SulawesiTengah
Lagu Tumpi Wayu berasal dari daerah / provinsi KalimantanTengah
Lagu Tutu Koda berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Yamko Rambe Yamko berasal dari daerah / provinsi Papua


Apresiasi Krya Seni Musik Tradisional Nusantara
Makna dan peranan musik tradisional nusantaran adalah mampu memenuhi kebutuhan estetis (keindahan) dan jiwa (sepiritual),pada umumnya dalam situasi normal dan tenang, orang lebih menginginkan kehidupan mapan dan musik karawitan (jawa) di anggap mampu memenuhi kehidupan itu. Mampu meredam emosi dan kemarahan jiwa yang tidak terkendali, dahulu leluhur orang jawa telah sampai pada tingkat pemahaman yang halus mengenai cara mengungkapkan kemarahan orang lain. melalui bahasa musik dan bentuk gending, orang bisa marah, benci, rindu, jatuh cinta, mengkritik, memuji, protes kepada raja, menyindir ahli agama, dan sebagainya tanpa harus melukai orang yang di tuju. sebagai kekuatan dan sepirit.

Peranan musik tradisional antara lain, untuk kepentingan sosial, politik, dan hiburan,untuk sarana penyembuhan, untuk pendidikan apresiasi, untuk musikalisasi puisi, untuk mengiringi setiap prosesi ritual.

seni adalah suatu proses untuk menghasilkan suatu fantasi dan ilusi. demikian bila seni mengandung nilai-nilai tinggi yang terbentuk dalam kurun waktu yang sangat lama. dijawa smapai sekarang masih terdapat masyarakat yang begitu bergantung kepada musik di setiap aspek kehidupannya.

di bali kedudukan musik gamelan adalah untuk mengiringi setiap prosesi ritual keagamaan. seni musik untuk ritual di bali erat kaitannya dengan upacara yang di sebut panca yadnya,yaitu :
dewa yadnya,yaitu persembahan suci yang di tujukkan kepada dewa.
pitra yadnya,yaitu persembahan suci yang di tujukkan kepada roh leluhur.
resi yadnya,yaitu persembahan suci yang di tujukkan jepada resi gamelan.
manusa yadnya,yaitu persembahan suci yang di tujukkan kepada manusia.
buta yadnya,yaitu persembahan suci yang di tujukkan kepada roh-roh jahat yang mengganggu.

berbeda dengan karya seni lain, seperti lukis, patung, ukir, atau tari yang semuanya agak jelas dalam menyampaikkan pesan moral atau pendidikan. musik membutuhkan kepekaan dalam menghayati nilai atau makna yang hendak di sampaikan komposer kepada penghayat atau penonton.

nilai-nilai yang terkandung dalam musik tradisional nusantara adalah sebagai berikut.
nilai religius,nilai moral atau pendidikan, nilai pola hidup bermasyarakat, nilai spiritual dan harapan, nilai adat istiadat, nilai komunikasi, dan sebagai simbol keanekaragaman etnis.






Pertanyaan :
1.       Sebutkan keunikan dari lagu yang kamu nyanyikan dari sekelompok itu.
2.       Sebutkan 2 judul lagu dari daerah Sulawesi .
3.       Dari lagu yang kamu dengar tadi :
a.       Alat music yang digunakan.
b.      Sebutkan fungsi lagu tersebut dalam kehidupan masyarakat.
c.       Tuliskan makna / interprestasi lagu tersebut .
4.       Sebutkan element  fungsi :
a.       Judul lagu
b.      Tempo
c.       Dinamica
d.      Irama
e.      Nada
Jawaban :
1.       Hai jalan yang dicari sayang perjanjian
sungguh pembunuhan di dalam negri
sebagai bunga bangsa
bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bangsa
bunga bertaburan
bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bertumbuh
di taman pahlawan
2.       Angin mamiri, dan peai tawa-tawa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar